Peluang Usaha Budidaya Buah Naga

Saat ini budidaya buah naga sudah mulai ramai dikembangkan di Indonesia. Salah satu daya tarik buah naga untuk dibudidayakan adalah karena tanaman ini mempunyai daya adaptasi yang cukup luas dan cocok dengan iklim yang ada di Indonesia.

Disamping itu buah naga juga disukai oleh hampir semua lapisan masyarakat. Rasanya yang enak dan kandungan gizinya yang lengkap serta manfaatnya yang luar biasa membuat buah naga semakin diminati. Buah naga dapat dikonsumsi langsung, dibuat minuman dan di berbagai negara seperti Tiongkok buah naga digunakan sebagai ramuan obat untuk mengatasi berbagai macam penyakit.

Kelebihan:
  • Tidak mengenal musim
  • Daya adaptasi cukup luas
  • Umur dapat berproduksi relatif singkat (kurang lebih 1 tahun sejak penanaman)
  • Umur produktif cukup lama yaitu mencapai 30 tahun
  • Manfaatnya cukup banyak
  • Disukai oleh hampir semua lapisan masyarakat
  • Dapat dimakan langsung maupun diolah
  • Pasca panennya cukup mudah
  • SDM dan sumber daya lahan tersedia
Kekurangan:
  • Modal awal relatif besar
  • Serangan hama dan penyakit
  • Daerah produksi terpencar
  • Penanganan pasca pascapanen/industri olahan belum berkembang
  • Infrastruktur pasar untuk suply chain dan Ekspor
Peluang pemasaran buah naga
  • Pasar domestik
  • Pasar global
  • Ekspor buah segar
  • Industri olahan
  • Ekspor produk olahan
cara-menanam-buah-naga

Cara Menanam Buah Naga

Syarat Tumbuh
Tanaman buah naga dapat tumbuh optimal pada ketinggian hingga 800 meter dpl dengan suhu rata-rata 20-30 derajat celcius. Tanaman ini juga bisa tumbuh dengan baik pada daerah kering dan berpasir dengan kandungan bahan organik cukup tinggi. Syarat lain untuk pertumbuhan buah naga adalah lahan/lokasi harus mendapat sinar matahari yang cukup. Tanah harus beraerase baik, dengan pH tanah 6,5-7.

1. Pembibitan
Pembibitan buah naga dapat dilakukan dengan cara generatif dan vegetatif. Namun yang umum digunakan adalah cara vegetatif atau stek karena pertumbuhan dan waktu untu dapat berproduksi relatif lebih cepat.

Cara Membuat bibit buah naga dengan cara stek:
  • Pilih dari cabang tanaman yang sudah tua, sehat, berwarna hijau tua dan sebelumnya mampu berbuah dengan baik.
  • Pilih batang yang mempunyai diameter sekitar 8 cm
  • Potong calon bibit sekitar 20-30cm
  • Biarkan getah pada batang sampai mengering, karena jika ditanam pada kondisi basah akan menyebabkan busuk batang
  • Semai pada bedeng pembibitan atau dapat menggunakan polybag yang telah berisi media tumbuh.
  • Bila perakaran sudah kuat dan tunas telah tumbuh dengan baik, tinggi telah mencapai sekitar 50cm, berarti bibit sudah dapat ditanam.
  • Pembuatan bibit ini biasanya berlangsung selama 3 bulan.
2. Pembuatan Tiang panjat
Tanaman buah naga membutuhkan tiang panjat sebagai rambatan. Tiang panjat dapat berupa tanaman hidup, kayu yang sangat keras dan tidak mudah lapuk, besi dan beton. Ukuran tiang panjat kurang lebih mempunyai diameter 8-10cm dan tingginya sekitar 2-2,5 m.

Pada bagian atas tiang, buatlah penopang yang membentuk "+" yang terbuat dari kayu atau besi. Kemudian tambahkan ban motor bekas pada di sekeliling penopang tersebut sehingga membentuk seperti setir mobil. Fungsinya adalah untuk menahan cabang-cabang  buah naga nanti pada saat sudah besar.

3. Pengolahan Tanah
Buatlah lubang tanam dengan ukuran 60x60 cm dan dalamnya 25cm. Jarak antar lubang sekitar 2-3 m x 2,5-4m. Letakkan tiang panjat persis ditengah-tengah lubang tersebut.

Untuk tanah uruknya campurkan tanah dengan pasir secukupnya untuk menambah porositas tanah. Kemudian tambahkan juga pupuk kandang sebanyak 10-20 kg. Jika tingkat keasaman tanah terlalu tinggi bisa mencampukan dolomit atau kapur pertanian. Aduk hingga rata dan timbun kembali kedalam lubang.

Untuk menjaga kelembaban, siram lagi media tanam tersebut hingga basah tapi jangan sampai tergenang. Biarkan lubang tanam sampai mengering.

Setelah 2-3 hari, dapat diberikan pupuk tambahan berupa pupuk TSP sebanyak 25 gram per lubang tanam. Jarak pemupukan sekitar 10 cm dari tiang panjat. Kemudian biarkan lagi sampai 1 hari.

4. Penanaman bibit
Setiap lubang tanam membutuhkan 4 bibit buah naga. Tancapkan bibit sedalam 4 cm mengitari tiang panjat. Keempat bibit masing-masing berada pada sisi-sisi tiang panjat. Kemudian ikat keempat bibit tersebut pada tiang panjat dengan tali. Ingat jangan sampai terlalu kencang untuk memberi ruang gerak pada pertumbuhan tanaman.

5. Pemupukan
Pemupukan dasar diberikan pada saat penanaman seperti yang dijelaskan di atas. Pemupukan juga dilakukan berdasarkan kepada kondisi kesuburan tanah, umur, serta fase perkembangan tanaman.

Selama fase vegetatif, dapat diberikan pupuk NPK (15:15:15) dengan dosis 50-100 gram per tiang dengan interval sekitar 4-5 minggu. Atau juga dapat menggunakan pupuk kandang berupa kotoran ayam. Pupuk kandang ini bisa sangat baik untuk pertumbuhan tanaman.

Setelah tanaman mulai berbunga/produktif, dapat dilakukan penampahan pupuk dengan kandungan P dan K yang lebih tinggi. Untuk penggunaan pupuk kandang sebaiknya menggunakan kotoran kambing, karena mengandung kandungan P dan K nya cukup tinggi.

Pupuk kandang dapat diberikan setiap 3-4 bulan dengan takaran sekitar 20 kg per tiang.

6. Pemangkasan
Tujuan pemangkasan adalah agar batang dapat berproduksi dengan baik. Jika tidak dipangkas maka akan tumbuh banyak cabang dan tanaman tidak bisa berbuah banyak.

Pemangkasan terdiri dari 3 bagian yaitu pada batang utama, batang sekunder, dan peremajaan.

Pada batang utama sisakan tunas yang tumbuh pada bagian atas batang. Dan potong tunas yang tumbuh di bagian bawahnya. Kemudian pada batang sekunder atau batang yang tumbuh dari tunas batang utama pilihlah 3-4 tunas yang akan ditumbuhkan. Tunas inilah nanti yang akan berproduksi.

Pemangkasan selanjutnya yaitu untuk peremajaan. Pemangkasan dilakukan pada cabang produksi yang kurang produktif atau cabang yang rusak, sakit dan tidak normal.

7. Penyiraman
Penyiraman dapat dilakukan dengan cara dikocor atau mengalirkan air pada parit-parit drainase. Untuk pengairan drainase dilakukan dengan cara merendam parit selama kurang lebih 2 jam.

Kurangi penyiraman pada saat tanaman mulai berbunga dan beruha dengan tujuan untuk menekan pertumbuhan tunas sehingga tanaman dapat berkosentrasi dalam pembentukan buah. Namun jika tanah sudah terlihat kering penyiraman dapat dilanjutkan.

8. Penyerbukan
Tujuan penyerbukan adalah mempertemukan serbuk sari dan putik agar tanaman dapat berbuah. Pada dasarnya terdapat 2 macam penyerbukan pada buah naga yaitu secara alami dimana penyerbukan dibantu oleh serangga dan cara manual yaitu kita sendiri yang melakukannya.

Jika penyerbukan alami tidak ada masalah maka tidak perlu mengerjakan penyerbukan manual. Namun jika terdapat bunga yang mengalami gagal penyerbukan, maka harus dibantu. Ciri-ciri bunga yang mengalami gagal penyerbukan yaitu bunga tumbuh kuncup sudah berwarna kuning dan layu kemudian rontok dan tidak bisa berbuah sehingga harus dibuang.

Sebelum memulai penyerbukan sebaiknya kenali dulu mana benang sari dan mana putik. Benang sari bentuknya seperti benang yang jumlahnya banyak melingkari putik yang tumbuh memanjang. Sedangkan putik adalah kuncup bunga yang berada di ujung. Lebih jelasnya lihat gambar dibawah:
penyerbukan-buah-naga

Pada saat penyerbukan perhatikan juga hal-hal seperti dibawah ini:
  1. Waktu penyerbukan yang baik adalah pada saat mahkota bunga sudah mekar sempurna biasanya terjadi pada malam hari.
  2. Hati-hati pada saat pengolesan serbuk sari pada putik jangan sampi tangkai putik patah.
  3. Agara lebih aman, gunakan kuas bersih dan kering untuk pengolesannya.
  4. Untuk bunga yang menghadap ke atas berikan kerodong setelah penyerbukan agar tidak terkena air hujan secara langsung.  
  5.  
9. Panen Buah Naga

Pemanenan dapat dilakukan Jika buah sudah berwarna merah mengkilap dan jumbai berwarna kemerahan.

Budidaya buah naga merupakan usaha jangka panjang. Siklusnya bisa mencapai 30 tahun. Pada panen pertaman biasanya pada bulan ke-10 hingga bulan ke 12 setelah tanam. Tergantung dari produktifitas tanaman itu sendiri.

Demikianlah cara budidaya buah naga yang menguntungkan. Tanaman jangka panjang ini tentunya sangat diminati oleh khalayak karena jika tiap tahunnya mampu bereproduksi dengan baik tinggal hitung sendiri berapa keuntungan yang akan di dapat tiap panennya.
Memang pada awal penanaman membutuhkan biaya dan tenaga yang relatif banyak, namun ditahun-tahun berikutnya kita tinggal melakukan perawatan saja.

Bagaimana, Anda tertarik untuk budidaya buah naga? Mudah-mudahan tulisan singkat ini bisa bermanfaat.

Sumber Referensi:
http://alamtani.com/budidaya-buah-naga.html
https://warasfarm.wordpress.com/2014/11/28/cara-manual-penyerbukan-buah-naga/
http://www.balitbu.litbang.deptan.go.id