
Sebagai salah satu sumber makanan pokok, produktivitas padi harus terus ditingkatkan dengan cara menanam padi yang baik dalam rangka menunjang ketahanan pangan Negara kita ini. Memang akhir-akhir ini produktivitas padi di sawah cenderung melemah. Hal tersebut disebabkan karena banyaknya irigasi subur yang beralih fungsi ke penggunaan lahan non pertanian. Selain itu seiring berjalannya waktu sumber daya alam terus menurun sehingga perlu diupayakan untuk tetap menjaga kelestariannya.
Salah satu strategi dalam upaya pencapaian produktivitas usaha tani padi adalah penerapan inovasi teknologi yang sesuai dengan sumberdaya pertanian. Saat ini pemerintah telah membuat panduan khusus tentang cara menanam padi dengan menggunakan metode Pendekatan Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT).
PTT padi merupakan pendekatan inovatif dalam upaya peningkatan efisieansi usaha tani padi dengan menggabungkan komponen teknologi yang memiliki efek sinergistik. Artinya tiap komponen teknologi tersebut saling menunjang dan memberikan pengaruh yang baik terhadap pertumbuhan dan produktivitas tanaman.
Diantara komponen teknologi PTT yaitu:
1. Penggunaan varieats padi unggul
2. Benih bermutu
3. Pemupukan berimbang
4. Pengendalian hama dan penyakit secara terpadu (PHT).
Komponen Pelaksanaan Teknologi PTT:
1. Penanaman bibit umur muda
2. Peningkatan populasi tanaman
3. Penggunaan kompos bahan organik
4. Pengaturan pengairan
5. Pengendalian gulma
6. Panen tepat waktu
7. Perontokan gabah sesegera mungkin
Salah satu strategi dalam upaya pencapaian produktivitas usaha tani padi adalah penerapan inovasi teknologi yang sesuai dengan sumberdaya pertanian. Saat ini pemerintah telah membuat panduan khusus tentang cara menanam padi dengan menggunakan metode Pendekatan Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT).
PTT padi merupakan pendekatan inovatif dalam upaya peningkatan efisieansi usaha tani padi dengan menggabungkan komponen teknologi yang memiliki efek sinergistik. Artinya tiap komponen teknologi tersebut saling menunjang dan memberikan pengaruh yang baik terhadap pertumbuhan dan produktivitas tanaman.
Diantara komponen teknologi PTT yaitu:
1. Penggunaan varieats padi unggul
2. Benih bermutu
3. Pemupukan berimbang
4. Pengendalian hama dan penyakit secara terpadu (PHT).
Komponen Pelaksanaan Teknologi PTT:
1. Penanaman bibit umur muda
2. Peningkatan populasi tanaman
3. Penggunaan kompos bahan organik
4. Pengaturan pengairan
5. Pengendalian gulma
6. Panen tepat waktu
7. Perontokan gabah sesegera mungkin
CARA MENANAM PADI DENGAN MENERAPKAN TEKNOLOGI PTT
TEKNIK PENGOLAHAN TANAH
Pengolahan tanah dilakukan pada saat air jenuh dan tidak harus menunggu air tergenang. Pengolahan dapat menggunakan bajak atau traktor dengan kedalaman 20 cm atau lebih. Tujuan pengolahan tanah ini adalah agar padi dapat tumbuh dengan baik sekaligus sebagai upaya untuk mematikan gulma.
Beberapa hal yang perlu diketahui agar mendapatkan hasil olahan tanah sawah yang baik yaitu:
- Ciri-ciri pengolahan tanah sempurna adalah perbandingan lumpur air 1:1
- Pengolahan tanah dilakukan dua kali. Setelah melakukan pengolahan tanah pada tahap I kemudian sawah digenangi air selama 7-15 hari kemudian lakukan pengolahan pada tahap II diikuti penggaruan untuk meratakan dan pelumpuran.
- Campurkan pupuk organik jerami atau pupuk kandang sebanyak 1-2 ton/ha diberikan pada saat pengolahan tanah kedua.
- Untuk mempermudah pengaturan air dibuat saluran air pada tengah kedokan dan di pinggir.
PEMILIHAN VARIETAS
Memilih varietas bibit unggul merupakan salah satu faktor penting untuk mendapatkan produksi padi yang maksimal. Saat ini badan Litbang telah merakit sejumlah varietas unggul baru (VUB) untuk tanaman padi sawah seperti Cibogo, Ciherang, Mekongga, Batang Gadis, Cigelis, dll. Pemilihan benih dapat disesuaikan dengan kondisi lahan atau sesuai keinginan. Namun beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam memilih varietas benih yang baik diantaranya:
Memilih varietas bibit unggul merupakan salah satu faktor penting untuk mendapatkan produksi padi yang maksimal. Saat ini badan Litbang telah merakit sejumlah varietas unggul baru (VUB) untuk tanaman padi sawah seperti Cibogo, Ciherang, Mekongga, Batang Gadis, Cigelis, dll. Pemilihan benih dapat disesuaikan dengan kondisi lahan atau sesuai keinginan. Namun beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam memilih varietas benih yang baik diantaranya:
- Pergiliran varietas pada pola tanam padi-padi-palawija. Untuk mencegah ledakan hama dan penyakit.
- Pada musim hujan dipilih varietas tahan wereng dan penyakit.
- Pada musim kemarau dipilih varietas yang tahan kering dan kurang disukai hama penggerek.
PERSIAPAN BENIH
Untuk mendapatkan benih yang baik dalam pertumbuhan dan produktivitasnya perlu dilakukan penyeleksian dengan cara:
Untuk mendapatkan benih yang baik dalam pertumbuhan dan produktivitasnya perlu dilakukan penyeleksian dengan cara:
- Buat larutan ZA dengan perbandingan 1 kg ZA dilarutkan dalam 3 liter air kemudian masukkan benih kedalam larutan tersebut. Benih yang akan ditanam adalah benih yang tenggelam dalam larutan tersebut. Dapat juga menggunakan larutan air garam 3%.
- Masukkan benih ke dalam kantong kain strimin kemudian rendam dalam air hangat.
- Kemudian tiriskan, keluarkan air dari kantong dan letakkan benih di tempat yang hangat.
- Dapat juga menggunakan pestisida Regent 50 ST untuk perlakuan benih terutama pada lahan yang seirng terserang hama seperti keong mas.
PENYEMAIAN
- Buat lahan penyemaian sekitar 4% dari luas lahan tanam sekitar 250 m2 /ha lahan.
- Lakukan pengolahan tanah dengan cara dibajak atau dicangkul hingga mendapatkan tanah lumpur yang baik.
- Taburkan benih yang sudah direndam dan dikering anginkan secara merata di bedeng persemaian.
- Berikan pupuk Urea pada lahan persemaian dengan dosis 10% dari total urea yang digunakan atau sekitar 20-40 gram urea/m2.
- Untuk mempermudah pencabutan nantinya lahan persemaian dapat diberikan kompos yang dicampur dengan sekam atau serbuk gergaji kayu (abu) dengan takaran 2-4 kg/m2.
Pencabutan Bibit
- Bibit dapat dipindah pada umur 10-15 hari atau kira-kira sudah memliki dua helai daun.
- Cabut bibit dengan cara diagonal/miring, usahakan jangan sampai akar putus.
- Angkat bibit dengan tanah dari pembibitan dan segera ditanam
PENANAMAN
- Salah satu teknologi PTT adalah dengan menanam bibit muda sekitar berumur 10-15 hari setelah sebar karena sangat memungkinkan bagi tanaman untuk tumbuh lebih baik dengan jumlah anakan yang lebih banyak.
- Perakaran bibit berumur kurang dari 15 hari lebih cepat beradaptasi dan lebih cepat pulih dari stress akibat perpindahan bibit dari persemaian ke lahan.
- Untuk jarak tanam dapat disesuaikan dengan varietas dan kesubura tanah. Umumnya jarak tanamnya sekitar 25x25 cm atau 20x20cm.
- Dalam satu lubang tanam maksimum diberikan 3 batang/rumpun agar dapat tumbuh dan berkembang dengan baik, perakaran lebih intensif dan mendapatkan anakan yang lebih banyak.
- Salah satu keunggulan dari bibit muda adalah mampu beradaptasi dengan baik dibanding dengan bibt tua yang berumur lebih dari 20 hari.
PEMUPUKAN
Pemupukan merupakan kegiatan yang penting dalam menanam padi. Petani diharapkan mampu melakukan pemupukan sehemat mungkin untuk mengantisipasi biaya lebih. Kriteria penggunaan pupuk secara hemat yaitu:
Pemupukan merupakan kegiatan yang penting dalam menanam padi. Petani diharapkan mampu melakukan pemupukan sehemat mungkin untuk mengantisipasi biaya lebih. Kriteria penggunaan pupuk secara hemat yaitu:
- Menentukan takaran, waktu dan cara pemupukan yang tepat menurut lokasi dan musim tanam
- Meningkatkan daya guna dan hasil guna pupuk
- Murah dan mudah dilakukan
- Dapat dikerjakan sendiri oleh petani
- Adapun cara pemupukan hemat dapat dilakukan dengan cara:
- Bagan Warna Daun (BWD) untuk menentukan kebutuhan Nitrogen (N)
- Peta status hara dan/atau Petak Kajian untuk menetapkan kebutuhan P dan K.
Cara menggunakan BWD:
- Pemberian pupuk dasar atau pemupukan pertama menggunakan pupuk urea dengan dosis 50-75 kg/ha diaplikasikan pada saat sebelum tanaman padi berumur 14 hari atau 14 hari setelah tanaman dipindah. Pada pemupukan perama ini BWD masih belum digunakan.
- Pengukuran BWD diawali pada saat padi berumur 25-28 hari setelah tanam dilanjutkan setiap 7-10 hari sekali sampai fase tanaman padi berbunga.
- Pilih secara acak 10 rumpun tanaman sehat pada hamparan yang seragam, lalu pilih daun teratas yang telah membuka penuh pada satu rumpun.
- Taruh bagian tengah daun di atas BWD dan bandingkan warnanya. Jika warna daun berada diantara 2 skala, digunakan nilai rata-ratanya, misalnya : 3,5 untuk warna antara 3 dan 4.
- Pada saat mengukur jangan menghadap sinar matahari sebab dapat mempengaruhi pengukuran warna.
- Jika dari 10 daun yang diukur terdapat 5 lebih daun dalam keadaan kritis yaitu dibawah skala 4,0 maka berikan 50-75 kg urea/ha pada musim hasil rendah dan 75-100 kg urea/ha pada musim hasil tinggi.
Contoh Cara menggunakan BWD dapat dilihat gambar di bawah ini:
Pemupukan P dan K:
takaran pupuk P dan k di dasarkan pada analisis tanah dan petak omisi
Pupuk P diberikan seluruhnya pada saat bersamaan dengan pemupukan dasar 7-14 hst.
Pemberian pupuk K dapat dilakukan dengan dua cara :
- Pemberian pupuk dasar atau pemupukan pertama dengan dosis sedang atau kurang dari 100 kg KCL/ha diberikan seluruhnya bersamaan dengan urea.
- Jika menggunakan dosis tinggi yaitu lebih dari 100 kg KCL/ha maka 50% K diberikan pada saat pemupukan pertama dan sisanya diberikan pada saat primordia atau pada saat padi berbunga.
PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT
Hama yang sering menyerang tanaman padi sawah adalah:
1. Keong mas
Untuk mengendalikan hama ini dapat dilakukan dengan cara:
1. Keong mas
Untuk mengendalikan hama ini dapat dilakukan dengan cara:
- Pratanam : Ambil keong mas dan musnahkan
- Persemaian : Ambil keong mas dan musnahkan, sebar benih lebih banyak untuk sulaman dan bersihkan saluran air dari tanaman air seperti kangkung.
- Stadia vegetatif: Tanam bibit yang agak tua < 21 hari dan jumlah bibit lebih banyak, keringkan sawah sampai 7 hst kemudian ambil keong mas dan musnahkan. Pasang saringan pada jalur masuknya air, gunakan umpan dengan daun talas dan pepaya, atau bisa mengggunakan ajir agar siput bertelur pada ajir, jika sudah bertelur ambil dan musnahkan.
- Dapat menggunakan pestisida anorganik dan nabati seperti saponin dan rerak sebanyak 20-50 kg/ha sebelum tanam pada caren atau parit.
2. Wereng Coklat
Salah satu kesukaan wereng coklat adalah tanaman yang dipupuk dengan nitrogen tinggi dengan jarak tanam rapat. Cara pengendaliannya adalah:
Salah satu kesukaan wereng coklat adalah tanaman yang dipupuk dengan nitrogen tinggi dengan jarak tanam rapat. Cara pengendaliannya adalah:
- Gunakan varietas tahan wereng coklat seperti Ciherang, Kalimas, Bondoyudo, Sinanur dan Batang gadis
- Berikan pupuk K untuk mengurangi kerusakan
- Monitor pertanaman paling lambat 2 minggu sekali
- Bila populasi hama di bawah ambang ekonomi, gunakan insektisida botani atau jamur ento-mopatogenik
- Bila populasi hama di atas ambang ekonomi gunakan insektisida kimiawi yang direkomendasi
3. Penggerek batang
Hama penggerek batang menyerang tanaman padi sejak pembibitan hingga pembentukan malai. Gejala kerusakan yang ditimbulkannya yantiu munculnya anakan coati yang disebut sundep. Bila populasi tinggi dapat mengaplikasikan insektisida untuk menanggulanginya. Bila genangan air dangkal aplikasikan insektisida butiran seperti karbofuran dan fipronil, dan bila genangan air tinggi dapat menggunakan insektisida cair seperti dimenhipo, bensulatap, amitraz dan fipronil.
4. Tikus
Pengendalian hama tikus secara terpadu dapat dilakukan secara dini, intensif dan terus menerus dengan memanfaatkan teknologi pengendalian yang sesuai dan tepat waktu. Pengendalian dapat ditekankan pada awal musim tanam memasuki masa reproduksi. Kegaitan tersebut meliputi gropyok masal, sanitasi habitat dan pemasangan jebakan.
5. Walang Sangit
Serangan walang sangit yang umum biasanya mengakibatkan bulir padi rusak pada fase pemasakan. Fase pertumbuhan padi yang rentan terhadap serangan walang sangit adalah dari keluarnya malai sampai matang susu. Serangan ini mengakibatkan beras berubah warna dan mengapur serta hampa.
Cara pengendalian:
Hama penggerek batang menyerang tanaman padi sejak pembibitan hingga pembentukan malai. Gejala kerusakan yang ditimbulkannya yantiu munculnya anakan coati yang disebut sundep. Bila populasi tinggi dapat mengaplikasikan insektisida untuk menanggulanginya. Bila genangan air dangkal aplikasikan insektisida butiran seperti karbofuran dan fipronil, dan bila genangan air tinggi dapat menggunakan insektisida cair seperti dimenhipo, bensulatap, amitraz dan fipronil.
4. Tikus
Pengendalian hama tikus secara terpadu dapat dilakukan secara dini, intensif dan terus menerus dengan memanfaatkan teknologi pengendalian yang sesuai dan tepat waktu. Pengendalian dapat ditekankan pada awal musim tanam memasuki masa reproduksi. Kegaitan tersebut meliputi gropyok masal, sanitasi habitat dan pemasangan jebakan.
5. Walang Sangit
Serangan walang sangit yang umum biasanya mengakibatkan bulir padi rusak pada fase pemasakan. Fase pertumbuhan padi yang rentan terhadap serangan walang sangit adalah dari keluarnya malai sampai matang susu. Serangan ini mengakibatkan beras berubah warna dan mengapur serta hampa.
Cara pengendalian:
- Kendalikan gulma di sawah dan di sekitar pertanaman
- Pupuk lahan secara merata agar pertumbuhan tanaman seragam
- Tangkap walang sangit dengan menggunakan faring sebelum stadia pembungaan.
- Umpan walang sangit dengan mengggunakan ikan yang sudah busuk, daging rsak atau kotoran ayam.
- Apabila serangan suclang mencapai ambang ekonomi, lakukan penyemprotan insektisida.
- Lakukan penyemprotan pada pagi hari atau sore hari ketika walang sangit berada di kanopi.
6. Penyakit Hawar Daun Bakteri (HDB)
Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Xanthomonas campesti-is pv oryzae. Gejalanya berupa bercak berwarna kuning sampai putih berawal dari terbentuknya garis lebam berair pada bagian tepi daun. Cara pengendaliannya:
Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Xanthomonas campesti-is pv oryzae. Gejalanya berupa bercak berwarna kuning sampai putih berawal dari terbentuknya garis lebam berair pada bagian tepi daun. Cara pengendaliannya:
- Gunakan varietas tahan seperti Conde dan Angke
- Gunakan pupuk nitrogen sesuai dengan kebutuhan tanaman
- Bersihkan tunggul-tunggul dan jerami-jerami yang terinfeksi
- Jarak tanam jangan terlalu rapat
- Gunakan benih atau bibit yang sehat.
7. Penyakit Blast
Tanaman yang terinfeksi blas terdapat bercak berbentuk belah ketupat- lebar di tengah dan meruncing di kedua ujungnya. Kemudian berkembang menjadi warna abu-abu pada bagian tengahnya. Bila terinfeksi pada daerah batang akan menjadi kehitam-hitaman dan patah. Cara pengendaliannya:
Tanaman yang terinfeksi blas terdapat bercak berbentuk belah ketupat- lebar di tengah dan meruncing di kedua ujungnya. Kemudian berkembang menjadi warna abu-abu pada bagian tengahnya. Bila terinfeksi pada daerah batang akan menjadi kehitam-hitaman dan patah. Cara pengendaliannya:
- Gunakan varietas tahan blast secara bergantian
- Gunakan pupuk nitrogen sesuai anjuran
- Upayakan waktu tanam yang tepat, agar waktu awal pembungaan tidak banyak embun dan hujan terus menerus
- Gunakan fungisida yang berbahan aktif metil tiofanat atau fosdifen dan kasugamisin
- Perlakuan benih yang baik
PANEN
Lakukan panen saat gabah telah menguning. Tetapi malai masih segar. Setelah dipotong segera lakukan perontokan karena jika lebih 2 hari bisa menyebabkan kerusakan beras.
Itulah cara menanam padi dengan metode PTT yang disarankan agar petani dapat mengelola tanaman padi secara optimal dan efektif.
Lakukan panen saat gabah telah menguning. Tetapi malai masih segar. Setelah dipotong segera lakukan perontokan karena jika lebih 2 hari bisa menyebabkan kerusakan beras.
Itulah cara menanam padi dengan metode PTT yang disarankan agar petani dapat mengelola tanaman padi secara optimal dan efektif.


