
Budidaya ikan lele merupakan salah satu peluang usaha yang prospek untuk dikembangkan. Hal ini ditunjang dengan banyaknya permintaan ikan lele yang terus meningkat seperti warung-warung, restoran maupun rumahan. Selain itu, ikan lele sangat mudah dijual ke berbagai kalangan dan tidak pernah ditolak oleh pedagang.
Dalam teknis budidayanya, pembesaran ikan lele dapat dilakukan di berbagai tempat, seperti kolam terpal. Selain itu pembesaran lele pun mudah dan praktis. Saat ini, usaha pembesaran lele mudah dijumpai di kota-kota besar di seluruh wilayah indonesia.
Teknik Budidaya Ikan Lele
Dalam budidaya ikan lele Pertama kali yang harus dilakukan adalah memilih lokasi usaha. Dianjurkan untuk memilih tempat yang memiliki sumber air yang tidak tercemar oleh polusi industri.Setelah menemukan lokasi yang tepat buatlah kolam terpal berukuran 3mx5mx1m atau dapat disesuaikan dengan kondisi tempat sebanyak 24 kolam.
Kemudian siapkan beberapa peralatan yang dibutuhkan seperti seser, ember plastik, dan tes kit kualitas air. Aliri kolam dengan air hingga ketinggian 80 cm.
Setelah kolam tebarkan benih lele berukuran 7-8 cm ke dalam kolam dengan padat tebar 100-200 ekor/m3.
Tips:
- Sebelum benih ditebar, diamkan kolam yang telah dicuci dan diisi air yang telah diberi daun pepaya atau daun ketapang selama beberapa hari (3-4 hari). Kemudian buang air tersebut lalu ganti dengan air baru. Selanjutnya bibit siap ditebar.
- Tambahkan probotik ke dalam air sesuai dengan dosis yang dianjurkan pada kemasan. Kegunaan probiotik adalah untuk mempercepat pertumbuhan dan mengurangi jumlah penggunaan pakan, serta menurunkan tingkat kematian ikan.
- Berikan pakan pelet dengan kandungan protein 28-30% sebanyak 2-3% dari berat ikan. Frekuensi pemberiannya adalah 3 kali dalam sehari. Berikan pakan sedikit demi sedikit secara berkali-kali. Pemberian pakan yang berlebihan dapat menyebabkan perut lele buncit dan pecah karena lele sangat rakus.
- Pemeliharaan dapat dilakukan selama 2 bulan, selanjutnya dapat dipanen.
- Seringkali, benih yang baru ditebar di kolam terpal mati semua. Biasanya ini disebabkan oleh terpal baru yang masih mengeluarkan bau dan mencemari air sehingga meracuni benih. Untuk itu, pastikan bau yang menyengat tersebut telah hilang sebelum benih ditebar dengan cara mencuci terpal terlebih dahulu hingga baunya hilang.
- Kebutuhan pakan sering tidak terkendali sehingga pembudidaya mengalami kerugian. Oleh karena itu dibutuhkan pengaturan yang baik untuk kebutuhan pakan lele agar stok pakan dapat terkendali secara optimal.
- Seringkali pembudidaya memberikan bangkai sebagai pakan yang dapat mengakibatkan pertumbuhan lele tidak merata.
- Pada saat pergantian air yang cukup banyak biasanya dapat mengakibatkan lele mabuk. untuk itu usahakan dilakukan dengan cara sedikit demi sedikit dan bertahap pada saat pergantian air.